• iDieng

    iDieng

    Soon..

  • iDieng

    iDieng

    Soon..

  • iDieng

    iDieng

    Soon..

  • iDieng

    iDieng

    Soon..

  • iDieng

    iDieng

    Soon..

  • iDieng

    iDieng

    Soon..

Tampilkan postingan dengan label Goa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goa. Tampilkan semua postingan

Goa di Dataran Tinggi Dieng

Selain menawarkan keindahan panorama alam telaga dan sekitarnya, di kawasan wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon, juga terdapat beberapa goa alam, batu belik dan batu tulis. Beberapa goa yang ada di kawasan tersebut adalah Goa Semar, GoaJaran dan Goa Sumur.  

Pengunjung dapat dengan mudah mengetahui Gua Semar karena ada arca Semar di depan mulut gua tersebut. Tidak jauh dari Goa Semar ada Goa Sumur, yang di depannya ada arca wanita yang sedang membawa kendi. Banyak orang bertapa di situ dengan tujuan mencari keselamatan. Batu Belik Cundamanik berada di sebelah Gua Jaran.

Sementara Goa Jaran atau Goa Kuda di Dieng mempunyai bentuk yang unik yang seperti kuda. Jika diamati dengan seksama mulut goa persis menyerupai kuda. Selanjutnya, ada Batu Tulis. Di percaya oleh penduduk lokal, barang siapa ingin anaknya bisa lancar membaca dan menulis, bisa ke lokasi ini untuk berdoa.

Disamping gua-gua kecil tersebut, juga terdapat juga kawah. Kawah tersebut adalah kawah Sikendang. Dinamai demikian karena kadang-kadang mengeluarkan bunyi seperti kendang.


Read more

Goa Semar


Goa Semar berada di dalam kawasan wisata Telaga Warna. Dinamai Gua Semar karena penduduk setempat percaya bahwa gua ini dijaga oleh Eyang Semar. Semar adalah salah satu punakawan yang dianggap paling bijaksana.

Pengunjung bisa langsung mengetahui keberadaan gua itu karena ada arca Semar di depannya. Banyak orang bersemedi di gua ini dengan tujuan menginginkan keselamatan. Di antaranya, bahkan banyak yang berstatus pejabat di negeri ini. Konon beberapa pemimpin negeri ini dikatakan pernah mengunjungi Goa Semar dan bersemedi di sini.

Penamaan Goa Semar dikiaskan dari ” Ngguguo Maring Sing Samar ” ( merujuk kepada Tuhan yang Maha Esa ), bahwa manusia hidup di dunia ini selalu  berdampingan dengan makhluk – makhluk astral (gaib), hewan, serta  tumbuhan. Di depan Goa tersebut terdapat sebuah nama ” Eyang Sabdo Jati ” yang artinya untuk mencari kesempurnaan sejati hanya dapat dilakukan dengan cara mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

Goa Semar dikatakan sebagai goa induk dan menjadi ciri khas bahwa dalam budaya masyarakat Dieng, goa adalah salah satu media alternatif untuk menyampaikan pesan kepada Tuhan.


foto-foto :
http://acupofspirituality.blogspot.com/2013/11/referensi-lokasi-sakral.html
 


Read more

Goa Sumur

Goa Sumur berada tidak jauh dari Goa Semar, wisatawan dapat mengenalinya dengan adanya satu arca wanita yang sedang membawa kendi di depan goa tersebut. Goa ini memang memiliki kolam kecil yang airnya konon bertuah. Banyak yang percaya bahwa air di Gua Sumur ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan membuat kulit jadi lebih cantik. Adapula yang menggunakannya untuk upacara suci. Umat Hindu dari Bali, misalnya. Mereka menggunakan air gua ini untuk upacara Muspre atau Mabakti.

Goa ini terletak dibawah batu besar, dan untuk memasukinya kita harus turun. Ruang di dalam goa cukup luas sebagai tempat bersemadi bagi orang-orang kejawen/ kebatinan / kepercayaan khusus. Dibawahnya terdapat Sumur dengan  genangan air yang sangat jernih, disebut "Tirta Prawitasari", yang dipercaya sebagai air suci bagi masyarakat Bali, dan dipercaya juga sebagai air yang dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit.

Untuk bersemedi di goa ini, harus dipandu oleh Juru Kunci (Kuncen) Gunung Dieng yaitu Mbah Rusmanto. Karena pintu goa biasanya dikunci untuk menjaga kesuciannya maka untuk masuk kedalam goa perlu minta tolong/izin kepada juru kunci untuk membukanya (sama halnya dengan Goa Semar). Juru kunci tinggal tidak jauh dari area Goa & Telaga Warna.

Foto-foto :
http://www.wijanarko.net/2011/07/goa-semar-goa-sumur-goa-jaran-dan.html


Read more

Goa Jaran

Goa Jaran atau Goa Kuda di Dieng mempunyai bentuk yang unik yang seperti kuda. Jika diamati dengan seksama mulut goa persis menyerupai kuda. Di goa ini pula sejumlah orang pada malam-malam keramat berdatangan untuk mencari wangsit. Jika beruntung, di goa jaran ini sejumlah warga yang bertapa mendapatkan sejumlah alat persenjataan jaman kerajaan mataram seperti keris dan tombak.

Goa Jaran juga disertai mitos. Dikisahkan bahwa dahulu kala, goa tersebut adalah tempat pertapaan Resi Kendaliseto. Suatu saat ketika hujan turun dengan deras, ada seekor kuda yang berteduh di dalamnya. Anehnya ketika kuda itu keluar dari lubang goa keesokan harinya, kuda itu telah berbadan dua alias hamil. Oleh karena itu, dipercaya oleh sebagian masyarakat, bahwa gua ini bisa digunakan untuk semedi bagi para wanita yang sulit mendapatkan keturunan. Tidak seperti Goa Semar dan Goa Sumur, Goa Jaran bisa dimasuki tanpa juru kunci tapi tempatnya sempit sekali, biasanya orang yang bersemedi duduk di pendopo depan mulut goa.


Read more